--- PEMERINTAH DESA SEKETI KEC. NGADILUWIH KAB. KEDIRI --- Klik tombol ikuti! Untuk mendapatkan update berita dan artikel bermanfaat dari kami. Terima Kasih -- Bersama Kita Bisa! ---

Halaman

07 October 2019

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Harapan Untuk Memajukan Desa

BUMDes "Rukun Makmur" Desa Seketi



Diluncurkannya Dana Desa dari APBN memberikan banyak dampak positif bagi desa, diantaranya adalah mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diharapkan bisa menjadi bagian dari penggerak perekonomian di tingkat desa.



Tak ketinggalan juga Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih, seolah tak mau tertinggal langkah dari desa lain yang telah sukses dengan BUMDes-nya, berbekal pemikiran dari berbagai pihak dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Kediri, Desa Seketi pun mendirikan BUMDes pada Tahun 2015 dengan nama BUMDes "Rukun Makmur"

Dengan segala keterbatasan, BUMDes "Rukun Makmur" berusaha untuk segera beroperasi di bidang penyewaan peralatan pertanian dan pembangunan, yaitu dengan menyewakan 1 unit hand traktor (mesin pembajak sawah) berjenis rotary dan 1 unit mesin molen, yang merupakan modal/aset awal yang dimiliki oleh BUMDes tersebut.



Memasuki tahun kedua, Pemerintah Desa Seketi semakin serius dalam mengembangkan BUMDes dengan langkah nyatanya mengalokasikan sebagian anggaran Dana Desa untuk pembangunan gedung BUMDes yang terletak di sebelah lapangan desa.



Seiring perkembangan, "Rukun Makmur" akhirnya mempunyai "markas" berupa bangunan kantor yang menjadi satu dengan gudang, juga dengan mesin molen yang bertambah menjadi 3 unit. BUMDes Seketi ini juga sudah mulai dikenal oleh warga luar desa, terbukti berdasarkan catatan, para penyewa peralatan ada juga yang dari luar Desa Seketi.



Bahkan pada Tahun 2017, BUMDes Seketi sempat masuk nominasi Lomba Anugerah Desa Kabupaten Kediri, namun karena banyaknya pesaing yang (mungkin) lebih baik, pada akhirnya "Rukun Makmur" masih hanya menjadi nominator saja tanpa penghargaan.

Ibarat tiada gading yang tak retak, BUMDes "Rukun Makmur" diakui masih banyak kekurangan, maka dari itu masih memerlukan banyak kritik dan saran yang membangun demi perkembangan, sehingga benar-benar dapat menjadi motor penggerak perekonomian di tingkat desa.


Salam.


Hurub Hambangun Projo. Ayo bareng-bareng mbangun deso!



No comments:

Post a Comment

Post Populer